Home » Rumah Tangga Muslim » Memahami Jiwa Anak

Memahami Jiwa Anak

Pendidikan dan pengasuhan bagi seorang anak bukanlah tugas mudah yang didalamnyua orang tua dapat melakukannya dengan sedikit atau tanpa upaya keras. Kenyataannya,tugas ini membutuhkan penanganan dan temperamen yang lembut.
Ada banyak poin yang perlu dipertimbangkan demi mencapai keberhasilan upaya ini. Pendidik mesti mengakrabkan dirinya dengan jiwa anak.Ia tak dapat melakukan tugasnya tanpa mengetahui apek spiritual,psikologis,pendidikan,dan praktik dari pekerjaan tersebut. Dunia anak menjadi dunianya,imajinasi dan fantasi mereka menjadi unik baginya. Ini tak dapat disamakan dengan proses berfikir orang dewasa.
Jiwa anak itu lembut dan mudah terpengaruh.Anak-anak adalah miniatur manusia,yang belum memiliki identitas permanen,namun memiliki kapabilitas untuk mencapai perubahan itu. Pendidik anak meski memiliki kemampuan untuk mengerti dan mengenali manusia,juga mengenali pikiran anak. Ia harus memiliki mata yangb tajam untuk mengetahuikeruwetan dalam proses pengasuhan ini. Ia harus mengetahui kemapuan dan kegagalan manusia. Ia harus memiliki rasa tanggung jawab dan ketertarikan dalam pekerjaan itu.Ia harus pula bersabar dan tegar,sehingga kesulitan-kesulitan ini tak menguasainya.
Disamping itu peraturan pendidikan semestinya tidak kaku, sehingga dapat di implementasikan pada lingkungan yang berbeda.Peraturan seperti ini harus dimodifikasi dan diaplikasikan pada setiap individu anak sesuai kebutuhan fisik dan kemampuan mentalnya. Para orang tua mesti mengamati secara cermat pertumbuhan tubuh anak,dan mengajarkan kepadanya agar terus menjaga faktor ini dalam pikirannya.
Laki-lakin dan perempuan mesti memperoleh pengetahuan yang sama seputar pendidikan dan pelatihan sebelum menjadi orang tua. Pendidikan anak haruslah dimulai sejak lahir dan bahkan sejak masa kehamilan.Selama periode tersebut fondasi dari sifat alami anak dibentuk. Sifat alami,perilaku,dan proses berpikir mulai terbentuk.
Tak dapat dibenarkan apabila para orang tua tidak peduli terhadap masa yang nampak tidak aktif ini.Mereka menunda pengasuhan janin hingga benar-benar lahir. Mereka cenderung mengabaikan tugas ini hingga anak memiliki kemampuan untuk membedakan antara perilaku baik dan buruk.Sementara lebih mudah untuk memperbaiki kelakuan buruk di masa-masa awal,namun boleh jadi sulit,bila tak dapat dikatakan mustahil-untuk melakukan perbaikan semenjak kebiasaan-kebiasaan telah ditanamkan.
Imam ali berkata,”Politik yang paling sulit adalah mengubah kebiasaan orang”.
“kebiasaan itu melekat pada orang”
“kebiasaan itu menjadi sifat alami kedua”
Menghindari kebiasaan sangatlah sulit dilakukan,yang apabila dilakukan dapat dianggap sebagai doa’ terbaik.Imam ali berkata,” Menaklukkan kebiasaan buruk adalah salah satu do’a terbaik.’

Pustaka: Ibrahim amini,dalam buku Anakmu Amanat-Nya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s