Home » Dunia Perpustakaan » Lelah Membaca Santai di Cafe

Lelah Membaca Santai di Cafe

Seorang pria tampak asyik, tenggalam dalam pencariann bahan bacaan. Beberapa saat berselang, pria itu meninggalkan ruang baca. Ia berpindah ke bagian lain di perpustakaan itu. Langkah kakinya menuju ke salah satu ruang di pojok perpustakaan. Rupanya, di situ sudah ada seorang temannya menunggu. Mereka kemudian ngobrol, sembari bersantai mencicipi hidangan yang tersedia.

Begitulah suasana yang tampak di Perpustakaan Depdiknas. Sejak beberapa bulan silam, perpustakaan ini menyediakan café, tempat melepas lelah sehabis membaca buku-buku dan bacaan lainnya yang tersedia di situ. Namanya labliblio cafe and book corner. Di situ tersedia berbagai jenis menu makanan dan minuman.

Perpustakaan Pendidikan Nasional populer disebut library@senayan memiliki 18.000 koleksi buku, 5000 koleksi audio visual (video, kaset, cd-rom, audio cp vcd, dvd ), dan 100-an judul koleksi majalah, koran, tabloid dan jurnal, baik berasal dari dalam maupun luar negeri.

Fasilitas lainnya berupa bimbingan perpustakaan, saluran televisi internasional, fotokopi, cetak dokumen, pemutaran koleksi audio visual jaringan hotspot wifi, akses internet, dan jurnal elektronik proquest. Perpustakaan ini juga menyediakan pelayanan koleksi lending (yang dipinjamkan) dan koleksi referens (baca di tempat).

Pengelolaan seluruh koleksi dan pelayanan anggota telah menggunakan sistem yang terotomatisasi dan terintegrasi, sehingga anggota dapat dengan mudah mencari koleksi menggunakan Online Public Access Cataloging (OPAC). Perpustakaan ini, bersifat terbuka untuk umum. Masyarakat dipersilakan datang berkunjung tanpa harus menjadi anggota. Kecuali Minggu dan hari libur, pintu perpustakaan terbuka dari Senin-Jumat pukul 09.00-20.00 WIB dan Sabtu dari 09.00-14.00 WIB.

Selain materi pembelajaran dan pengajaran bahasa Inggris (English Language Teaching – ELT) yang menjadi andalan library@senayan, juga tersedia koleksi buku-buku dan audio visual dengan berbagai macam dalam berbagai cabang ilmu pengetahuan. Sebut saja, misalnya, manajemen, hukum, ekonomi, politik, pendidikan, sastra, filsafat, agama, psikologi, sains, kedokteran, di samping koleksi fiksi seperti novel.

Perpustakaan dengan visi menjadi perpustakaan yang modern dan terdepan di Indonesia ini juga menyediakan fasilitas bagi penyandang tuna netra. Penyediaan fasilitas ini dilaksanakan atas kerjasama Yayasan Mitra Netra. Ini merupakan yang pertama di Indonesia dan akan dijadikan model di Asia Tenggara.

Di sini, penyandang tuna netra tidak hanya bisa memperoleh layanan bacaan dalam huruf Braille, tapi juga bisa membaca teks yang dialihkan menjadi suara. Penyediaan layanan tuna netra itu mendapat dukungan organisasi dari Amerika. Dukungan yang sama akan diberikan oleh sebuah organisasi yang mendorong para tunanetra untuk mengakses fasilitas-fasilitas perpustakaan dari Jepang.

Agaknya, ada semangat membawa perpustakaan ini menjadi terdepan dan terlengkap. Untuk menjadi perpustakaan yang terkini dari segi koleksi, koleksi buku-buku dan audio visual dari dalam dan luar negeri akan terus ditambah. Sementara, koleksi yang sudah lama dari segi konten maupun fisiknya akan disumbangkan untuk taman-taman bacaan atau perpustakaan lokal yang membutuhkan di seluruh Indonesia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s